Setitik embun terlihat hitam
dalam kumpalan kegalauan nurani
Mawar tak indah lagi, tampaknya
Es kutub utara sirna akan panasnya nurani
Terik matahari panas, makin panas
Terurai amenjadi serpih-serpih kehampaan, andai, berandai-andai, tingal....
angan - berangan-angan
lenyap tak jadi bicaraan
kini, hilang sudah. Ya hilang sudah
tapi, mengeluh akhirnya
Retakan hati tak terhindarkan
seraya ...
kenapa ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar