Lika-liku kenikmatan duniawi hilang sekejap
langit nan biru bak kumpalan awan hitam
Hari yang cerah hanya sebuah kenangan
Pepohonan bak ubi jalar
Mata-mata kehidupan seolah mengiyakan
Bintang nan jauh terlihat terang
Bulan bagai cahaya ketakutan
Nyanyian mikroba tak terdengar
Apalagi Makronya
Hidup ibarat kunang-kunang
hitam, merah, hijau, biru berganti warna
dalam kegelapan
Tangan seolah sebatang kayu yang keras
kaki tak dapat berlari sekehendak
Gelap....
gelap..
tak ada terang, tak ada sinar
Semuanya gelap.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar