Kaya kah ?
memang
Makmurkah ?
meragukan
majukah?
tahap
perkembangan
itulah sajak
persajak negriku
bagai sarang
tikus-tikus berdasi
bagai
tumbukan makanan orang-orang
ya,.....
mereka biang
nya ?
punya mata
tak melihat
apalagi
telinga,
tak mendengar,
punya hati,
hanya pelengkap kehidupan
punya hati,
tapi telah beku akan kenikmatan
coba lihat
kami manusia jelata
coba dengar
jeritan lemah kami dari lidah yang tak bertulang
apa!
dihirau,
dianggap guruan
hah!
ibarat hidup
dalam istana megah yang mengerikan
ibarat
berbicara dengan sebatang pohon tua yg tlah rapuh
ibarat
menangis didalam ruang hampa
tak ada yang
ingin mencicipi secuil rasa itu
dimana
mereka ?
ya ......
mengambil
yang belum diambil
tertawa
diatas bara api menggeliat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar